Kenapa Makanan Berlemak Menyebabkan Darah Tinggi?

Kenapa Makanan Berlemak Menyebabkan Darah Tinggi?

Seiring bertambahnya usia, masalah kesehatan pada tubuh pun bertambahn. Kondisi ini sangat lumrah karena pertambahan usia turut mempengaruhi pola hidup dan makan seseorang dari yang tadinya sehat menjadi tidak sehat. Anda juga tidak bisa melepaskan diri dari produk medis termasuk alat tensi darah digital yang digunakan untuk membantu mengontrol tekanan darah Anda dengan mudah di rumah.

 

Alasan Makanan Berlemak Menyebabkan Hipertensi

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan suatu kondisi yang bisa terjadi pada siapa saja dengan atau tanpa riwayat genetika. Disebut darah tinggi karena angka atau nilai tekanan darah seseorang jauh lebih tinggi dari nilai semestinya.

Mereka yang menderita hipertensi beresiko tinggi terhadap berbagai penyakit kronis seperti stroke, penyakit ginjal, penyakit jantung hingga gangguan pada otak. Supaya terhindar dari resiko tersebut, penting bagi penderita darah tinggi untuk menjaga tekanan darahnya tetap normal salah satunya dengan menjauhi makanan berlemak.

Lantas, apa hubungan atau keterkaitan makanan berlemak dengan hipertensi? Hubungan antar keduanya sangat erat dan signifikan. Tidak heran jika makanan berlemak menjadi makanan pantangan penderita darah tinggi. Anda masih bisa mengkonsumsinya tapi harus dibatasi atau diubah menjadi lemak sehat seperti minyak zaitun, alpukat dan kacang-kacangan.

Bicara tentang alasan mengapa makanan berlemak menyebabkan darah tinggi simak penjelasannya berikut ini:

  1. Meningkatkan Kadar LDL

Makanan berlemak jenuh yang Anda konsumsi selama ini secara perlahan meningkatkan kadar LDL dalam tubuh. Ketika jumlah LDL sudah terlampau tinggi, tubuh akan menunjukkan perubahan seperti tekanan darah tinggi. Penanganan yang tepat merupakan kontrol terbaik agar Anda terhindar dari darah tinggi dan berbagai komplikasinya.

Namun jika sudah terlanjur memiliki hipertensi, jauhilah berbagai makanan berlemak jenuh seperti daging merah, produk susu, makanan berminyak dan sebagainya. Semua makanan tersebut bisa Anda ganti dengan jenis lemak yang lebih sehat. Porsinya juga harus disesuaikan dengan kebutuhan tubuh.

  1. Obesitas

Makanan berlemak erat kaitannya dengan kelebihan berat badan atau obesitas sementara obesitas menjadi salah satu penyebab utama darah tinggi. Jadi jangan heran jika Anda mengalami hipertensi pasca obesitas.

Bila ditelaah secara ilmiah, obesitas membuat seseorang memiliki detak jantung yang cepat karena mereka cenderung malas bergerak atau olahraga. Kondisi ini bukan hal yang baik karena otomatis kinerja jantung menjadi lebih berat.

Alhasil, tekanan darah turut meningkat drastis jauh dari angka normal. Penting sekali bagi penderita obesitas untuk sedikit demi sedikit menurunkan berat badannya. Bukan hanya untuk menjaga kesehatan tapi juga menghindari darah tinggi.

Mengkonsumsi makanan berlemak sesungguhnya tidak dilarang karena tubuh kita juga membutuhkannya. Tapi daripada mengkonsumsi lemak jenuh yang menyebabkan darah tinggi, dokter atau ahli gizi lebih suka Anda makan makanan kaya lemak sehat.

Selain mengontrol tekanan darah dengan membatasi asupan makanan berlemak, Anda juga bisa melakukannya dengan memakai alat cek tensi darah digital. Pengecekan rutin akan membantu Anda memonitoring perubahan tekanan darah dari waktu ke waktu. Di https://www.omronhealthcare-ap.com/id/category/8-blooad-pressure-monitor tersedia banyak sekali alat cek tensi darah digital yang dibekali dengan teknologi canggih dan terbaru.

 

 

 

Previous PostNextNext Post

Leave a Reply

Your email address will not be published.