Cerita Penumpang Bertemu Ojol Tunarungu Viral, Harap Driver Disabilitas Lebih Diapresiasi Perusahaan

Cerita Penumpang Bertemu Ojol Tunarungu Viral, Harap Driver Disabilitas Lebih Diapresiasi Perusahaan

Cerita seorang penumpang bertemu driver ojek online (ojol) tunarungu, viral di media sosial. Kisah ini bisa viral karena ada hal unik yang dipakai oleh driver ojol tersebut. Stiker yang terpasang di helm menjadi salah satu cara driver untuk berkomunikasi dengan penumpang.

Dalam stiker tersebut, tertulis infomasi bagi penumpang untuk menepuk pundak si driver jika ingin berbelok jalan. Saya Tunarungu, Mohon Kerjasamanya. 20 meter sebelum belok, tepuk pundak saya ." Belok kanan = tepuk pundak kanan, belok kiri = tepuk pundak kiri, berhenti = tepuk keduanya," tulisan stiker itu.

Sang penumpang, yakni Ratri Adityarani atau disapa Chibi tak menyangka kisahnya ini bisa viral. Ia memuji kegigihan dan adanya stiker imbauan ojol tersebut. Tak hanya stiker, ternyata Chibi sempat menerima semacam kartu bahwa driver ojol itu penyandang tunarungu.

Menurutnya, usaha yang dikeluarkan driver tunarungu tersebut lebih banyak demi membuat penumpangnya nyaman. Chibi berharap ada apresiasi lebih ke depannya, dari pihak perusahaan ojol untuk para driver penyandang disabilitas. "Gojek (Perusahaan ojol) lebih bisa mengapresiasi driver driver yang punya disabilitas seperti ini, tapi mereka juga punya effort lebih untuk membuat kita (penumpang) nyaman."

Wanita domisili Bandung ini merasa senang saja ceritanya viral di media sosial. Lanjut Chibi, dengan cerita ini, banyak orang bisa mengambil pesan bahwa semua pekerjaan terbuka untuk siapapun. "Semakin banyak orang yang tau kalau penderita difabel juga bisa untuk jadi driver, karena dari pemerintah juga ada peraturan lalu lintas."

"Semakin banyak orang tahu kalau kesempatan kerja itu terbuka untuk siapapun," lanjutnya. Chibi mengaku tak khawatir saat mendapat driver ojol tunarungu untuk mengantarnya. Bahkan dia sudah, tiga kali diantarkan oleh driver penyandang tunarungu.

"Mereka jadi lebih waspada, sesuai peraturan. Enggak ngaco. Mereka nyebrang tengok kanan kiri." "Tiga kali, kinerja oke oke aja," ucap Chibi. Menurutnya, stiker imbauan pada helm driver ojol tunarungu itu merupakan ide yang sangat bagus dan menarik.

Chibi mengaku tak tahu banyak soal sosok driver itu. Yang diketahuinya, hanya nama sang driver, yakni Hartono. Diduga, usia sosok driver ojol itu berkisar 30 tahun an. Ia bertemu dengan sosok driver ojol ini pada hari Kamis (22/4/2021) lalu, di Bandung, Jawa Barat.

Saat itu, Chibi sedang pulang dari meeting kerja dan hendak pulang menggunakan ojol. Ojol ini ia pesan dari titik jemput Jalan Lodaya, menuju ke Ciumbuleuit, Bandung. Ketika ojol tersebut datang menjemputnya, sang driver sempat memberikan semacam kartu.

"Di kartu itu ada tulisannya saya tuli (tunarungu), mohon kerja samanya," cerita Chibi. Ia pun menjawab si driver ini, dengan mengacungkan jempol. Selama perjalanan, lanjut Chibi, ia baru sadar ada stiker imbauan yang tertempel di helm si driver.

Perlu waktu sekitar 30 menit untuk sampai ke lokasi rumahnya. Sesaat akan sampai rumahnya, Chibi mempraktikkan imbauan yang ada di stiker helm si driver. "Saya kasih tahu depan ada belokan kiri, saya tepuk pundak kiri, saya tunjuk."

"Hampir sampai rumah, saya tepuk sama saya tunjuk," kata Chibi. Waktu Chibi turun dari motor, sang driver berterima kasih dengan bahasa isyarat tangan. Sebelumnya, Chibi mengunggah cerita itu lewat Twitter.

Sosok driver ojol ini berhasil mencuri perhatian warga Twitter.

Previous PostNextNext Post

Leave a Reply

Your email address will not be published.