8 Fakta Bulan yang Sangat Menarik Untuk Disimak

8 Fakta Bulan yang Sangat Menarik Untuk Disimak

Bulan merupakan salah satu benda angkasa yang bisa dilihat dengan mata telanjang di Bumi oleh manusia.

Bentuknya yang bulat dengan pancaran cahayanya membuat malam terkadang tidak terlalu gelap untuk kehidupan.

Berbicara soal Bulan, dalam kesempatan kali ini akan coba membahas tentang 8 fakta Bulan yang sangat menarik untuk disimak.

  1. Di Bulan tidak ada atmosfer

 

Tidak seperti Bumi, di Bulan tidak ada atmosfer. Karena di bulan tidak ada atmosfer sehingga menyebabkan terjadi hal-hal berikut ini:

 

  • Di bulan tidak ada kehidupan
  • Permukaan di bulan sangat kasar (berlubang) disebabkan benda-benda yang jatuh tidak ada yang menahan.
  • Suara tidak bisa merambat di bulan, hal ini disebabkan udara atau gas merupakan medium tempat perambatan suara.
  • Langi di bulan nampak hitam legam. Selain itu, atmosfer bumi berwarna biru karena cahaya matahari yang mengenai molekul-molekul udara menghamburkan cahaya warna biru.

 

  1. Bumi Menyebabkan Bulan Terbit

 

Setiap hari pastinya Bulan muncul walaupun tidak pada saat yang sama. Kemunculan Bulan ini ada di Timur dan tenggelam di bagian Barat. Selain itu, pergerakan Bulan sama seperti pergerakan Matahari dan bintang-bintang lainnya.

 

  1. Bulan memiliki saudara

 

Sama seperti Deimos dan Phobos, Bulan di Bumi diperkirakan ada dua sebenarnya. Pada tahun 1999, peneliti menemukan asteroid dengan diameter 5 KM terjebak dan gravitasi Bumi serta menjadi satelit Bumi. Benda yang diberi nama Cruithne memiliki ukuran kecil sehingga tidak bisa dilihat oleh manusia dari Bumi.

 

  1. Bulan Terbentuk dari Tabrakan Eksplosif

 

Bulan diyakini terbentuk dalam peristiwa ledakan antara proto Bumi (Bumi tahap awal dengan ukuran lebih besar dibandingkan sekarang) yang bertabrakan dengan sebuah objek seukuran planet Mars. Dari hasil tabrakan yang dahsyat itu, puing-puing terlempar ke luar angkasa dan menyatu membentuk Bulan.

 

Peristiwa ini terjadi sekitar 4,5 miliar tahun lalu. Tabrakan yang terjadi dinilai lebih besar 100 juta kali ketimbang peristiwa yang memusnahkan habitat dinosaurus.

 

  1. Merupakan Satelit Alami Bumi

 

Bulan merupakan satu-satunya satelit Bumi yang telah ada secara alami. Bulan ini mengitari Bumi pada jarak sekitar 385.000 KM atau setara dengan 30 diameter Bumi.

 

  1. Fase Bulan

 

Fase bulan merupakan perubahan bentuk bulan yang terlihat dari permukaan bumi. Yang mana, perubahan bentuk tersebut disebabkan oleh pantulan sinar matahari yang mengenai permukaan bulan yang berbeda-beda di dalam setiap fasenya.

 

Setiap fase memiliki waktu masing-masing 7 hari atau seminggu, sehingga seluruh fase berlangsung selama 28 hari.

 

  1. Bulan Terlihat Lebih Besar Sebelumnya

 

Awal terbentuknya Bulan, benda luar angkasa yang satu ini terlihat 10 kali lebih besar dibandingkan sekarang jika dilihat dari Bumi. Hal ini dikarenakan Bulan 10 kali lebih dekat ke Bumi.

 

Bahkan, dalam sebuah simulasi komputer menunjukkan bahwa Bulan kemungkinan 12-19 kali lebih dekat dengan Bumi pada awalnya, yang mana Bulan mengorbit pada jarak 20.000-30.000 KM.

 

  1. Tidak ada Sisi Gelap pada Bulan

 

Walaupun Bulan tidak memiliki sisi gelap, tetapi Bulan juga mempunyao sisi jauh dari Bumi. Dahulu, efek gravitasi Bumi ini dapat memperlambat rotasi Bulan pada porosnya.

 

Begitu, rotasi Bulan melambat, maka bisa menyamai periode waktu yang dibutuhkan Bulan dalam mengelilingi Bumi, sehingga bisa menjadi lebih stabil.

 

Jadi, Bula hanya mengelilingi Bumi sekali dan berputar pada porosnya sekali, semuanya berada dalam durasi waktu yang sama.

 

 

 

Previous PostNextNext Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *